Seberapa efektifkah BLSM untuk rakyat atas kenaikan harga bbm
Seiring
dengan kenaikan harga BBM pada hari jumat 21 juni 2013, Pemerintah menyalurkan
BLSM(bantuan langsung sementara masyrakat) yang diberikan kepada masyarakat
yang kurang mampu senilai 150 ribu per
bulan per rumah tangga, selama 4 bulan kedepan dengan sasaran nya mulai akhir
bulan yang lalu. Apakah besaran itu mengkompensasi kebutuhan harga bahan pokok?
Jadi harus dijelaskan besaran ini karena inflansi masing masing daerah itu berbeda.
Perhitungan BLSM
tidak dapat menggunakan inflansi umum karena inflansi yang dibuthkan orang
miskin itu jelas berbeda. Oleh karena itu wajar BLSM yang diterima bagi
masyarakat yang tidak mampu mengompensasi kenaikan harga kebutuhan pokok. Tapi
sayangnya pemberian BLSM ini banyak yang tidak tepat pada sasarannya. Banyak rakyat
miskin yang tidak terdaftar sehingga mereka tidak mendapatkan haknya untuk
memperoleh BLSM ini. Justru malah banyak orang yang mampu yang terdaftar dan ikut mengantri sebagai penerima BLSM yang
tidak sewajarnya mereka terima. Contohnya saja ketika masyarakat mengantri
untuk pengambilan bantuan BLSM ada masyarakat yang menggunakan perhiasan dengan
baju yang mewah,apakah wajar mereka memperoleh bantuan tersebut? Seharusnya pemerintah
bener bener memperhatikan mana masyarakat yang wajar diberi bantuan BLSM dan
mana yang tidak wajar.
Tapi jangan sampai masyarakat kita terus mengandalkan BLSM
ini terlalu berlebihan yang akan
meyebabkan mereka malas mencari uang dan bekerja. Karena dengan uang segitu
belum tentu juga bisa memenuhi kebutuhan hidup,dan sebaiknya pemerintah
menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyrakat sehingga tingkat pengangguran di negara ini berkurang,dan
kenaikan harga bbm juga disesuiakan dengan pendapatan masyarakat indonesia
karena akan mengakibatkan kenaikan harga bahan pokok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar