Kamis, 04 Juli 2013

Seberapa efektifkah BLSM untuk rakyat atas kenaikan harga bbm



Seiring dengan kenaikan harga BBM pada hari jumat 21 juni 2013, Pemerintah menyalurkan BLSM(bantuan langsung sementara masyrakat) yang diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu  senilai 150 ribu per bulan per rumah tangga, selama 4 bulan kedepan dengan sasaran nya mulai akhir bulan yang lalu. Apakah besaran itu mengkompensasi kebutuhan harga bahan pokok? Jadi harus dijelaskan besaran ini karena inflansi masing masing daerah itu berbeda.



      Perhitungan BLSM tidak dapat menggunakan inflansi umum karena inflansi yang dibuthkan orang miskin itu jelas berbeda. Oleh karena itu wajar BLSM yang diterima bagi masyarakat yang tidak mampu mengompensasi kenaikan harga kebutuhan pokok. Tapi sayangnya pemberian BLSM ini banyak yang tidak tepat pada sasarannya. Banyak rakyat miskin yang tidak terdaftar sehingga mereka tidak mendapatkan haknya untuk memperoleh BLSM ini. Justru malah banyak orang yang mampu yang terdaftar  dan ikut mengantri sebagai penerima BLSM yang tidak sewajarnya mereka terima. Contohnya saja ketika masyarakat mengantri untuk pengambilan bantuan BLSM ada masyarakat yang menggunakan perhiasan dengan baju yang mewah,apakah wajar mereka memperoleh bantuan tersebut? Seharusnya pemerintah bener bener memperhatikan mana masyarakat yang wajar diberi bantuan BLSM dan mana yang tidak wajar.



Tapi jangan sampai masyarakat kita terus mengandalkan BLSM ini terlalu berlebihan  yang akan meyebabkan mereka malas mencari uang dan bekerja. Karena dengan uang segitu belum tentu juga bisa memenuhi kebutuhan hidup,dan sebaiknya pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyrakat sehingga tingkat  pengangguran di negara ini berkurang,dan kenaikan harga bbm juga disesuiakan dengan pendapatan masyarakat indonesia karena akan mengakibatkan kenaikan harga bahan pokok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar