Pengangguran adalah suatu kondisi
di mana orang tidak dapat bekerja, karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan.
Ada berbagai macam tipe pengangguran, misalnya pengangguran teknologis,
pengangguran friksional dan pengangguran struktural. Tingginya angka
pengangguran, masalah ledakan penduduk, distribusi pendapatan yang tidak
merata, dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu
faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang
menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di
negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk
sumber daya manusia. Seorang pengamat tenaga kerja dari Serang Darlaini
Nasution SE mengatakan, ada tiga faktor mendasar yang menjadi penyebab masih
tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Ketiga faktor tersebut adalah,
ketidaksesuaian antara hasil yang dicapai antara pendidikan dengan lapangan
kerja, ketidakseimbangan demand (permintaan) dan supply (penawaran) dan
kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan masih rendah. Penyebab
lainnya adalah kualitas SDM itu sendiri yang tidak sesuai dengan yang
diharapkan di lapangan, antara lain dikarenakan penciptaan SDM oleh perguruan
tinggi yang belum memadai, atau belum mencapai standar yang ditetapkan.
Menurut
argumen sebagian orang jika pengangguran naik maka kemiskinan akan naik juga.
Demikian sebaliknya bila angka pengangguran turun maka angka kemiskinan juga
turun. Namun yang disampaikan BPS justru sebaliknya, angka pengangguran naik
tetapi angka kemiskinan malah turun. Komisi kemiskinan dunia
menyatakan pengangguran menjadi penyebab utama kemiskinan. Sebagian besar
kemiskinan di dunia ketiga karena tidak tersedianya lapangan kerja yang
memadai. Sehingga banyak angkatan kerja yang harus menganggur atau menerima
pekerjaan dengan tingkat upah yang minim dan jauh dari mencukupi untuk memenuhi
kebutuhan pokok. Sehingga banyak penduduk di dunia ketiga terpaksa harus hidup
dibawah.
Upaya yang harus dilakukan pemerintah adalah pertama,
menjaga stabilitas politik dan ekonomi. Keadaan politik dan ekonomi yang stabil
harus terus dipertahankan agar dunia usaha baik pengusaha dalam dan luar negri
merasa nyaman dalam menjalankan usahanya. Kedua, meningkatkan kemampuan
kerja. Pengangguran di Indonesia disebabkan salah satunya karena kemampuan
tenaga kerja (skill) kita yang rendah. Untuk hal ini pemerintah harus terus
menjaga kualitas pendidikan dan pelatihan yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar